mandi ayo mandi!

January 29th, 2008 by kisihidoepq

aku temukan sesuatu yang menarik di koran Sinar Deli 02/09/1936, sesuatu untuk mengingatkanku yang tidak hobby mandi sore =D ini penting, karena aku wanita (jarang ada wanita g hobby mandi, he2), penting juga bagi para lelaki supaya tidak terjangkit penyakit kelamin (katanya, tp masuk akal juga).

inilah rahasia dibalik ritual mandi:

Beberapa abad lalu, kalangan ahli-ahli ilmu pengetahuan mengakui akan kekuatan
mandi yang menjadikannya sebagai obat kecantikan yang manjur. Kecantikan dapat tercipta hanya
karena melakukan ritual mandi. Ninon dan Lenclos, seorang peneliti dari
Perancis, sangat ahli dalam hal ini. Ia mengungkapkan resep khusus ihwal mandi
untuk kecantikan wajah maupun badan. Cara penggunaan resep itu yakni dengan mengumpulkan
beberapa denneaal den (daun pohon den), kemudian dimasukkan ke dalam ember yang
berisi sedikit air dan didiamkan selama setengah jam. Selanjutnya air campuran
itu dituangkan ke dalam bak mandi dan lakukan mandi dengan air tersebut. Resep
lain untuk menghasilkan kulit yang halus yakni dengan memasukkan 5-10 pond
zemelen (bubuk koren yang kasar) ke dalam karung, kemudian rendamlah karung itu
di dalam bak mandi. Ketka mandi, karung goni tersebut senantiasa dipijit-pijit,
supaya bercampur dengan seluruh air yang digunakan untuk mandi. Selain itu,
dapat digunakan satu atau dua pond stijfsel (tepung kanji) yang dicampur dengan
air panas. Larutan itu diaduk-aduk hingga tercampur rata, kemudian dituangkan
ke dalam air yang hendak digunakan untuk mandi. Apabila ingin memeiliki wajah
dan tubuh cantik (bersih), campurlah 200 gr soda, 5 cmc lavendelesence, 1 cmc
bijnessence, 2 cmc rozema rijnesserce, ke dalam air yang hendak digunakan untuk
mandi. Resep untuk dapat tidur dengan nyenyak yakni dengan memasak satu kilo
lindeloesem (bunga lindebloom) atau camillen di dalam lima liter air selama seperempat jam. Campurkan
air rebusan itu ke dalam air di dalam bak mandi dan gunakan sebelum tidur.
Resep terakhir dari Ninon dan Lenclos yang terkenal itu, ditujukan kepada
orang-orang yang berusia 80 tahun tetapi tetap ingin telihat cantik. Caranya dengan
mencampurkan 8 gram garam dengan 3 gram dubbelkookzure soda ke dalam seperempat
liter air, lalu tuangkan larutan itu ke dalam air yang akan digunakan untuk
mandi.

07/09/1936

January 29th, 2008 by kisihidoepq

Termaktoeb

Didalam sejarah, riwajat diri,
peristiwa jang ta’ dapat diloepakan.
engkaulah hanja, waaii, pewarna!
Didalam titik lera perasaan,
timboellah sematjam goenami pikir,
"adakah engkau mengenang dakoe?"

Ta’ katjak engkau menebak hati,
waktoe engkau koe tentang d’oloe,
matakoe lajoe, gajakoe rana,
semoea itoe ta’ pernah kau pikir,
koe ketahoe benar dalam ma’ripat!

Engkau memandang sepintas pandang,
pandangkoe jang tetap leka,
engkau kra koe beloem mengerti,
apakah "arti" disebalik tolehkoe?

Engkau ta’ mengerti, boekannja doengoe
karena akoe beloem dihati,
tetapi akoe mengeras jakin,
"ta’ ada lading tadjam semata,"
engkau seorang dimaja boeana,
jang koe maktoeb dalam sedjarah.

"Only Herself"

bagimu hati nurani

January 26th, 2008 by kisihidoepq

Buat: poetri…
liputi setiap moment hidupmu dengan senyum,
hiasi hari-harimu dengan fabiayyialaa irabbikuma tukadziban,
gumuli hatimu dengan optimisme,
penuhi lakumu dengan keikhlasan,
itulah bekalmu tuk hablumminannaas,
niscaya hidupmu akan lebih berwarna
Dari: utie… =D

Jakartaku Bikin Melek

January 22nd, 2008 by kisihidoepq

Tak terbayangkan terdampar di Jakarta sebagai KRONIKUS. Profesi yang belum tentu tercantum dalam menu job/occupation,
namun membuatku nyaman, karena sesuai dengan jurusan yang tertulis
dalam ijasahku, ILMU SEJARAH. Jurusan yang dipandang sebelah mata oleh
sebagian masyarakat yang berstruktur kepulauan ini. Bahkan, salah satu
temanku ada yang berkata: "Kenapa harus ambil SEJARAH?" Tragis!
Tak Apalah, hanya mereka yang bersahajalah yang mau menghargai sejarah.
Dari
beberapa kronik yang kutulis, tak hanya satu hal saja yang bikin
penasaran, mulai dari istilah Bahasa Belanda hingga asal-usul kota
Jakarta. Yang terakhir itu membuat mataku rada melek, karena aku menemukan sebuah buku yang berjudul Jakarta Tempo Doeloe. Sebenarnya
buku milik Pak TR yang membahas tentang Jakarta tidak cuma buku itu,
tapi hanya buku inilah yang mampu menghipnotis mataku untuk
memabacanya. Buku yang bersampul merah itu, isinya sangat ringkas,
menyenangkan buatku, karena semakin membuat penasaran, selain itu
banyak gambarnya. Seperti anak kecil saja, menyukai buku yang banyak
bergambar…
Dari buku itu, aku tahu wilayah Weltevreden yang nama
awalnya Lapangan Paviljon, kemudian dibeli oleh Gubernur Jenderal
Mossel (1750-1761). Weltevreden hampir menguasai wilayah Jakarta Pusat
saat ini, sebab tuan Gubjen itu mendirikan sebuah rumah yang membentang
dari rumah sakit Gatot Soebroto hingga Senen.
Dan… yang sangat
membahagiakan adalah aku menemukan kisah Pasar Gambir yang selama ini
‘misterius’ karena selalu menghiasi kronikku dan Mbak Hajar. Pasar
Gambir merupakan pasar malam sebagai salah satu wujud penghormatan
terhadap kelahiran Ratu Willhelmina (Ratu Belanda kala itu), pada
tanggal 31 Agustus. Pasar itu diselenggarakan setiap tahun dimulai dari
tahun 1906, namun tidak intensif, salah satu contohnya tahun 1910 pasar
itu tidak diadakan karena Betawi terkena wabah kolera. Pada awalnya
pasar itu diselenggarakan selama 1 minggu, kemudian pada tahun 1921,
diperpanjang durasinya menjadi 2 minggu. Model bangunannya selalu
berganti menyesuaikan dengan tema rumah adat yang ditentukan oleh
panitia di tahun penyelenggaraan. Pasar itu membentang di lapangan
Gambir, yang saat ini dihuni oleh si Kepala Emas itu. Hal yang menarik
bukan? Setiap daerah memiliki ciri khas pasar malam. Ide bagus untuk
penelitian khusus perihal pasar malam di Indonesia!
Satu hal lagi
yang menarik dari buku ini, yakni pembunuhan seorang Indo Pelacur
(Fiantje) pada tanggal 17 Mei 1912 hingga mengakibatkan si otak
pembunuhan itu meti mengenaskan, bunuh diri. Di sinilah letak kehebatan
salah satu pegawai Landraad pemerintah kolonial Belanda yang bernama
Tuan Ruempol. Ia tidak memiliki keberpihakan terhadap pribumi maupun
bangsa Eropa. Meneer Brinkman yang menjadi tersangka pembunuh Fientje,
seorang anggota sositet Concordia, yang saat ini menjadi Gedung
Harmoni, sedangkan saksi pembunuhan itu seorang pribumi bernama Raonah.
Sang Komisaris Kepala ternyata mengakui pernyataan si pribumi itu
dibandingkan kesaksian dari si Tuan besar. Cukup adil buat persidangan
di zaman deskriminasi rasial itu. Perihal pembunuhan pelacur indo ini,
kata Mbak Roma, di dalam salah satu novel karya Pramoedya Ananta Toer
dikisahkan pula. Ah…. Kakek Pram, imajinasimu setinggi langit,
terlalu sulit merangkai puzzle-puzzle yang berserakan di dalam
koran-koran lama dan membentuk sebuah ’scriptamanent’ yang mendunia!

oh..my brother!

January 22nd, 2008 by kisihidoepq

Hari ini, aku dapat kabar buruk dan baik tentang adikku. Dia kehilangan HP, ntah di mana. Tapi, yang jelas dia perlu dikasih pelajaran jauh berkali-kali lipat dari biasanya, hingga ia tersadar dari mati surinya. Hidup ini kejam boy! so kamu jangan gampang mempercayai orang! kau terlalu masa bodoh dengan dirimu sendiri! Kau tlah mengkhianati kakakmu ini, keluargamu! Kau bukan sosok adikku yang dulu! Kau orang lain yang baru saja aku kenal ketika kita bertemu di kampus. Saat itu, kau dalam keadaan putus asa, menunggu keputusan DO dari kampusmu itu. Adikku bukan PEMBOHONG! seperti layaknya dirimu… Dia orang yang tak banyak bicara, tapi jujur. Dia seorang penolong, tapi tak bodoh. Dia seorang yang tak mudah putus asa meski lelet. Dia bukan pengkhianat keluarga. Aku mengenal adikku dari sekedar dirimu, jadi jangan kau mempermainkan aku! Hingga saat ini, aku tak percaya bahwa aku tlah kehilangan sosok adikku. Katakan pada adikku, dia kan selalu kunanti … Katakan pula padanya, kamu tetap adekku yang hebat! Tapi aku patut berterima kasih padamu, karena kamu saat ini mulai mengantarkannya pada 3,5. Itu cukup mengobati luka ayahku… Tapi aku tak segan untuk MEMBUNUHmu! jika kau membawanya pergi lagi dari kami! Ini lebih dari sekedar ikatan darah!